Hanya Sebuah Blog yang Menarik

Cracker Lebih Berbahaya dari Hacker

Dalam cyber crime atau kejahatan dunia maya, cracker lebih beresiko dari pada hacker. Pernyataan ini di sampaikan Menteri Komunikasi serta Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia, Tifatul Sembiring, Jumat (22/3) di Auditorium USU.

Cracker Lebih Berbahaya dari Hacker

Tifatul meneruskan, pada intinya baik cracker ataupun hacker yaitu peretas. Namun cracker yaitu orang atau sekumpulan orang yang mencari kekurangan satu system untuk lalu memasukinya dan mengambil, mengakibatkan kerusakan, maupun menghapus data pada system itu. Sesuai sama UU ITE No. 11 th. 2008 mengenai info serta transaksi elektronik mengatur ancaman pidana tujuh th. penjara bagicracker yang mengakibatkan kerusakan system. Dan ancaman pidana 12 th. penjara bila dapat dibuktikan jual data yang diretas pada satu system.

Sedang hacker yaitu sebutan untuk orang atau grup orang yang memberi sumbangan berguna untuk dunia jaringan serta system info. Mereka buat program pertolongan untuk dunia jaringan serta computer. Atau dapat pula dikelompokkan jadi orang yang dapat mencari kekurangan satu system untuk lalu mencari jalan keluar serta memperbaikinya. “Biasanya beberapa orang begini kita bina serta rekrut, ” lebih Tifatul.

Masih tetap menurut Tifatul, sehari-hari ada beberapa ribu masalah peretasan olehhacker serta cracker pada halaman-halaman punya pemerintah yang diretas dari semua penjuru dunia. “Akhir-akhir ini yang seringkali itu dari Cina, ” tutur Tifatul.

Disamping itu, Rektor USU memberikan contoh masalah karena tingkahhacker berlangsung saat 123 website departemen punya USU yang diretas pada awal th. 2013 kemarin.

Sumber : http://www.datapaitosgp.live/tabel-data-hongkong/

Post a Comment

Your email is kept private. Required fields are marked *